Selasa, 09 Februari 2021

KIAT SUKSES MEMAHAMI JENIS TANAH UNTUK TANAM BAWANG MERAH AGAR MENGHASILKAN PRODUKSI YANG OPTIMAL

 Keberhasilan usaha bawang agar menghasilkan produksi yang maksimal banyak dipengaruhi dari berbagai macam faktor seperti luas lahan, bibit, pupuk, obat hama (pestisida), sistem irigasi, tenaga kerja, iklim, teknologi yang dipakai, biaya/sarana produksi pertanian dan alat-alat yang digunakan dan sebagainya. Produksi akan menunjukan tingkat hasil dari kuantitas pertanian, menurunnya produksi dipengaruhi oleh berbagai hal salah satunya yaitu iklim dan pola curah hujan, penurunan produksi pertanian ini dikarenakan terjadinya penurunan luas lahan akibat dari dampak perubahan iklim.

Lahan-lahan usahatani kita terbatas dan juga keperutukan untuk usahatani dari berbagai komuditas semuanya berusaha memaksimalkan hasil dan membutuhkan lahan yang cukup luas.  Pada era millenium mendatang, sehubungan dengan kebutuhan pangan, khususnya produk hortikultura (bawang merah), produksi bawang merah yang diharapkan kedepan harus dapat memenuhi permintaan kebutuhan pasar dan konsumen. Produk bawang merah tersebut harus berkualitas, bermutu tinggi dan tersedia sepanjang musim.

Sehingga pada era millenium mendatang, kebutuhan akan produk bawang semakin meningkat, hal ini disebabkan banyaknya permintaan bahan baku olahan bawang merah untuk dikonsumsi, industri industri olahan makan maupun obat-batan sebakin banyak dan semakin berkembang dengan pesat.

Permasalahan keperuntukan lahan pertanian kita terbatas karena lahan-lahan potensial kita telah banyak dipergunakan untuk berusahatani dari berbagai komuditas. Selanjutnya bagaimana berusahatani bawang merah agar dapat meningkatkan produksi secara oftimal dan bermutu tinggi yang dapat memenuhi permintaan pasar dan konsumen yang begitu besar.

Selanjutnya bawang merah dapat ditanam dan tumbuh dengan baik bila tanahnya subur, banyak humus (gembur), tidak tergenang air, beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat sinar matahari lebih dari 12 jam.dan aerasinya baik. Selain itu dapat tumbuh mulai dari ketinggian 0 – 1000 meter diatas permukaan laut curah hujan 300 – 2500 mm/th dan dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH tanah dijaga antara 5.6 - 6.5. jika pH-nya terlalu asam (lebih rendah dari 55), garam alumunium (AL) laryt dalam tanah, garam tersebut akan bersifat racun terhadap tanaman bawang hingga tumbuhnya menjadi kerdil. Jika pH-nya lebih dari 65 (netral sampai basa), unsure mangan (Mn) tidak dapat dimanfaatkan hingga umbi-umbinya menjadi kecil. kelembaban 50 -70 %, suhu 25-320 C

Di atas telah dijelaskan faktor-faktor (seperti luas lahan, bibit, pupuk, obat hama (pestisida), sistem irigasi, tenaga kerja, iklim, teknologi yang dipakai, biaya/sarana produksi pertanian dan alat-alat yang digunakan dan sebagainya) yang mendukung keberhasilan berusahatani bawang merah yang begitu banyak. Namun dari faktor tersebut kita bahas salah satu yang berkontribusi kesuksesan berusahatani bawang merah tersebut adalah bagaimana memahami jenis tanah/lahan usahatani bawang merah yang dapat menghasilkan produksi tinggi, menghasilkan keuntungan serta mensejahterakan keuarga taninya.

Adapun kiat sukses memahami jenis tanah/lahan yang cocok untuk berusahatani menghasilkan panen yang lebih banyak dan optimal antara lain adalah

Jenis Tanah: Berpasir ;Tanah berpasir memiliki partikel terbesar di antara berbagai jenis tanah. Ini kering dan berpasir untuk disentuh, dan karena partikel memiliki ruang besar di antara mereka, itu tidak bisa menahan air. Air mengalir dengan cepat, langsung ke tempat-tempat di mana akar, terutama yang dari bibit, tidak dapat dijangkau.

Tipe Tanah: Berlumpur  ; Tanah berlumpur memiliki partikel yang jauh lebih kecil daripada tanah berpasir sehingga halus untuk disentuh. Ketika dibasahi, itu licin sabun. Ketika Anda menggulungnya di antara jari-jari Anda, kotoran akan tertinggal di tangan Anda. Tanah yang gembur menahan air lebih lama, tetapi tidak dapat menyimpan nutrisi sebanyak yang Anda inginkan meskipun cukup subur.

Jenis Tanah: Tanah Liat ;Tanah liat memiliki partikel terkecil di antara tiga sehingga memiliki kualitas penyimpanan air yang baik. Ini lengket saat disentuh basah, tapi halus saat kering. Karena ukuran partikelnya yang kecil dan kecenderungannya untuk menetap bersama, sedikit udara melewati ruang-ruangnya. Karena itu juga lebih lambat untuk dikeringkan, itu memiliki lebih erat pada nutrisi tanaman

Jenis Tanah: GambutTanah gambut berwarna coklat gelap atau hitam, lembut, mudah dikompres karena kandungan airnya yang tinggi, dan kaya bahan organik. Tanah gambut mulai terbentuk lebih dari 9.000 tahun yang lalu, dengan pencairan gletser yang cepat. Pencairan cepat ini menenggelamkan tanaman dengan cepat dan mati dalam prosesnya.

Tipe Tanah Ideal : Humus ; Jenis tanah yang disukai oleh tukang kebun untuk bawang merah adalah tanah humus. Ini mengandung keseimbangan dari ketiga bahan tanah : lumpur, pasir dan tanah liat ditambah humus. Ini memiliki tingkat pH dan kalsium yang lebih tinggi karena kandungan bahan organik sebelumnya seperti

Masalah yang timbul dalam usahatani bawang

Dari masing-masing jenis tanah tersebut mempunyai sifat yang berbeda beda sehingga untuk mendapatkan hasil yang oftimal dan bermutu dalam dibudidaya bawang merah masih perlu menyesuaikan perlakuan seperti yang tertera pada syarat tumbuh ada yang dikurangi dan ada yang perlu ditambahkan untuk mencapai sayarat tumbuh tersebut.

Ditulis ulang oleh     : Dalmadi BBP2TP Bogor

Sumber                  : Balitbangtang, SOP Pisang Gunung Kidul dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)

Gambar                  : Kabartani.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Info Lebih lanjut Bisa Whatsaap(OL 24 Jam)
ke No 085723512812(Misbah)